Wednesday, May 25, 2022

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)?

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)?





Pengertian


Izky.com - Pseudobulbar affect adalah kondisi gangguan saraf yang membuat emosi yang tidak terkendali, dalam situasi yang tidak tepat. Seperti kondisi labil emosional, tawa dan tangis patologis, gangguan ekspresi emosi yang tidak disengaja, tawa atau tangisan kompulsif, atau inkontinensia emosional.

Dikutip dari Mayo Clinic, pseudobulbar affect biasanya muncul pada orang-orang dengan cedera saraf, yang dapat memengaruhi bagian otak pengontrol emosi. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai gangguan suasana hati (mood swing).

Pria dan wanita mungkin saja mengalami hal ini. Pseudobulbar affect (PBA) juga diketahui bisa muncul pada orang dengan masalah saraf lainnya, seperti penyakit Parkinson dan amyotrophic lateral sclerosis (ALS).


Penyebab


Beberapa kondisi kesehatan tertentu bisa menjadi penyebab munculnya pseudobulbar affect (PBA). Dikutip dari American Stroke Association, pada kondisi pseudobulbar affect, ada pemutusan antara lobus frontal (bagian otak yang mengontrol emosi) dan otak kecil dengan batang otak (di mana refleks diterjemahkan).

Efeknya tidak terkendali dan dapat terjadi tanpa pemicu emosional. Namun, butuh penelitian lebih lanjut soal penyebab pasti pseudobulbar affect.

Pseudobulbar affect (PBA) biasanya muncul pada orang-orang dengan kondisi atau cedera saraf, seperti Stroke, Amyotrophic lateral sclerosis (ALS), Multiple sclerosis (MS), Cedera otak traumatik, Penyakit Alzheimer, Penyakit Parkinson, dan Epilepsi.


Gejala


PBA sering disalahartikan sebagai depresi, gangguan bipolar, gangguan kecemasan umum, skizofrenia, gangguan kepribadian, dan epilepsi.

Memang gejala pseudobulbar affect yang umum adalah menangis. Kondisi ini sering disalahartikan sebagai depresi. Namun, episode PBA cenderung berdurasi pendek, sedangkan depresi menyebabkan perasaan sedih yang terus-menerus.

Gejala utama pseudobulbar affect (PBA) dapat mengalami ledakan tangisan atau tertawa yang tidak terkendali, berlebihan, atau tidak berhubungan dengan keadaan emosi Anda. Selain itu, Anda juga sering mengalami perubahan emosi, seperti dari tawa menjadi tangis, dalam waktu singkat.

Gangguan PBA tidak menyebabkan penderitanya mengalami gangguan tidur atau kehilangan nafsu makanan. Namun, depresi adalah kondisi umum yang menyerang orang dengan PBA.


Pengobatan


Pengobatan pseudobulbar affect biasanya bertujuan untuk mengurangi keparahan dan frekuensi ledakan emosional. Ada pilihan pengobatan, yaitu dengan menggunakan Antidepresan atau Dextromethorphan hydrobromide dan quinidine sulfate (Nuedexta).








******

Monday, May 23, 2022

Penyebab dari gangguan kejiwaan Self-injury

Beberapa Penyebab Seseorang Menyakiti Diri Sendiri Atau Self-injury



Pengertian



Izky.com - Self-injury merupakan perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja dan sadar. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan penyakit kejiwaan.

Self-injury berupa tindakan fisik dengan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok atau diri sendiri, membenturkan kepala, menggigit diri sendiri, dan mencabut rambut. Pelaku self-injury juga dapat dengan sengaja mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya seperti narkoba.


Penyebab



Self-injury umumnya dilakukan dengan alasan untuk pelampiasan, mengalihkan perhatian, dan mengatasi emosi berlebih seperti stres, marah, cemas, sedih, kesepian, putus asa, mati rasa, rasa bersalah, atau benci kepada diri sendiri.

Berbagai emosi tersebut dapat muncul akibat beberapa hal, seperti Masalah sosial, Trauma psikologis, dan Gangguan mental.



 

Masalah sosial


Perilaku self-injury rentan terjadi pada orang yang sedang mengalami kesulitan hidup dan masalah sosial, misalnya menjadi korban bully atau perundungan masyarakat, atau mendapat tekanan akibat tuntutan dari orang sekitar.

Contoh lain dapat berupa hal seperti konflik dengan keluarga, pasangan, atau teman, atau krisis identitas yang menyangkut orientasi seksual, dapat memicu perilaku menyakiti diri sendiri.


Trauma psikologis


Kejadian traumatis psikologis, seperti kehilangan orang terdekat dan menjadi korban kekerasan emosional, fisik, atau seksual, juga bisa membuat seseorang merasa hampa, mati rasa, dan rendah diri.

Pengidapnya akan menganggap dengan menyakiti diri sendiri dapat mengingatkan dirinya bahwa ia masih hidup dan merasakan sesuatu layaknya orang normal lainnya.


Gangguan mental

Self-injury juga bisa muncul sebagai gejala dari beberapa penyakit mental, seperti depresi, gangguan makan, gangguan stres pascatrauma (PTSD), gangguan penyesuaian, atau gangguan kepribadian ambang.


Penanganan Self-Injury


Perilaku melukai diri sendiri berisiko menimbulkan luka fisik yang fatal dan meningkatkan risiko bunuh diri. Banyak pengidap perilaku self-injury harus dirawat di rumah sakit atau berakhir dengan kecacatan permanen hingga kematian.


Pelaku self-injury perlu mendapatkan perawatan khusus dari ahli kejiwaan, baik psikolog maupun psikiater. Psikolog atau psikiater akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis perilaku self-injury dan menentukan penyebabnya. Penanganan yang diberikan pun akan disesuaikan dengan penyebab munculnya perilaku ini.


Perawatan medis, terapi, dan konseling merupakan penanganan yang cukup umum dilakukan. Dan beberapa hal ini dapat dilakukan untuk membantu para pengidap self-injury, sbb:



  • Mencari dukungan sosial dan psikologis dari teman, keluarga, atau kerabat dekat
  • Hindari diri dari benda tajam, atau sesuatu yang beresiko melukai tubuh
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi
  • Mengalihkan perhatian ketika ada keinginan untuk melakukan self-injury
  • Melakukan kegiatan positif, mulai dengan kegiatan keseharian seperti bersih-bersih
  • Mendalami hobi, guna membantu mengekspresikan emosi secara lebih positif
  • Menghindari konsumsi minuman keras dan narkoba









******


Saturday, May 21, 2022

Ciri-ciri Penderita Self-injury Gangguan Perilaku menyakiti diri sendiri

Apa Saja Ciri-Ciri Penderita Gangguan Perilaku Self-Injury?


Pengertian


Izky.com - Self-injury merupakan perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja dan sadar. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan penyakit kejiwaan.


Self-injury berupa tindakan fisik dengan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok atau diri sendiri, membenturkan kepala, menggigit diri sendiri, dan mencabut rambut. Pelaku self-injury juga dapat dengan sengaja mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya seperti narkoba.


Perilaku mencederai diri sendiri berisiko menimbulkan luka fisik yang fatal dan meningkatkan risiko bunuh diri. Sebab tak jarang pelaku self-injury harus dirawat di rumah sakit atau berakhir dengan kecacatan permanen hingga kematian.


Penyebab


Self-injury umumnya dilakukan dengan alasan untuk pelampiasan, mengalihkan perhatian, dan mengatasi emosi berlebih seperti stres, marah, cemas, sedih, kesepian, putus asa, mati rasa, rasa bersalah, atau benci kepada diri sendiri.


Berbagai emosi tersebut dapat muncul akibat beberapa hal, seperti Masalah sosial, Trauma psikologis, dan Gangguan mental.




Ciri-ciri pengidap Self-injury


Penderita Self-injury tidak begitu menunjukkan gejala khas. Kerena perilaku self-injury tersebut biasanya dilakukan saat dalam kondisi sedang sendirian dan tidak di tempat umum.


Namun, ada beberapa ciri yang bisa menjadi tanda seseorang memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, yaitu:


  • Memiliki sejumlah luka di tubuhnya, seperti luka sayat, memar di buku jari-jari tangan, atau luka bakar di tubuhnya
  • Menyembunyikan luka tersebut dan menghindar ketika ditanya apa penyebabnya
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh untuk menyembunyikan luka
  • Menunjukkan kesulitan dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat
  • Memperlihatkan gejala depresi, seperti suasana hati yang buruk, sering merasa sedih, menangis, dan tidak memiliki motivasi hidup
  • Merasa tidak percaya diri atau menyalahkan diri sendiri atas masalah apa pun yang terjadi
  • Mati rasa ketika mereka mengalami luka fisik, separah apapun meski hingga berdarah-darah








******



Apa itu Gangguan Kejiwaan Self-Injury?

Apa itu Gangguan Psikologis Self-Injury?



Pengertian



Izky.com - Self-injury merupakan perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja dan sadar. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan penyakit kejiwaan.

Self-injury berupa tindakan fisik dengan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok atau diri sendiri, membenturkan kepala, menggigit diri sendiri, dan mencabut rambut. Pelaku self-injury juga dapat dengan sengaja mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya seperti narkoba.


Penyebab



Self-injury umumnya dilakukan dengan alasan untuk pelampiasan, mengalihkan perhatian, dan mengatasi emosi berlebih seperti stres, marah, cemas, sedih, kesepian, putus asa, mati rasa, rasa bersalah, atau benci kepada diri sendiri.

Berbagai emosi tersebut dapat muncul akibat beberapa hal, seperti Masalah sosial, Trauma psikologis, dan Gangguan mental.



Ciri-Ciri Pengidap Self-Injury



Penderita Self-injury tidak begitu menunjukkan gejala khas. Kerena perilaku self-injury tersebut biasanya dilakukan saat dalam kondisi sedang sendirian dan tidak di tempat umum.

Namun, ada beberapa ciri yang bisa menjadi tanda seseorang memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, yaitu:

  • Memiliki sejumlah luka di tubuhnya, seperti luka sayat, memar di buku jari-jari tangan, atau luka bakar di tubuhnya
  • Menyembunyikan luka tersebut dan menghindar ketika ditanya apa penyebabnya
  • Memperlihatkan gejala depresi, seperti suasana hati yang buruk, sering merasa sedih, menangis, dan tidak memiliki motivasi hidup
  • Menunjukkan kesulitan dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat
  • Merasa tidak percaya diri atau menyalahkan diri sendiri atas masalah apa pun yang terjadi
  • Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh untuk menyembunyikan luka



Penanganan Self-Injury



Perilaku melukai diri sendiri berisiko menimbulkan luka fisik yang fatal dan meningkatkan risiko bunuh diri. Banyak pengidap perilaku self-injury harus dirawat di rumah sakit atau berakhir dengan kecacatan permanen hingga kematian.

Pelaku self-injury perlu mendapatkan perawatan khusus dari ahli kejiwaan, baik psikolog maupun psikiater. Psikolog atau psikiater akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis perilaku self-injury dan menentukan penyebabnya. Penanganan yang diberikan pun akan disesuaikan dengan penyebab munculnya perilaku ini.

Perawatan medis, terapi, dan konseling merupakan penanganan yang cukup umum dilakukan. Dan beberapa hal ini dapat dilakukan untuk membantu para pengidap self-injury, sbb:


  • Mencari dukungan sosial dan psikologis dari teman, keluarga, atau kerabat dekat
  • Hindari diri dari benda tajam, atau sesuatu yang beresiko melukai tubuh
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi
  • Mengalihkan perhatian ketika ada keinginan untuk melakukan self-injury
  • Melakukan kegiatan positif, mulai dengan kegiatan keseharian seperti bersih-bersih
  • Mendalami hobi, guna membantu mengekspresikan emosi secara lebih positif
  • Menghindari konsumsi minuman keras dan narkoba








******


Thursday, May 19, 2022

Kenapa kita Menangis Tanpa Sebab

4 Hal Yang Membuat Seseorang Menangis Tanpa Sebab





Penyebab normal menangis



Izky.com - Menangis adalah respons emosional yang alami terhadap perasaan tertentu, seperti kesedihan, merasa terharu, dan perasaan bahagia.

Biasanya, air mata yang keluar karena faktor emosional akan mengalir hingga ke pipi Anda, bukan sekedar mata berair. Air mata tersebut memicu pelepasan endorfin sehingga orang yang menangis akan merasa kesedihannya berkurang atau sedikit lebih baik.

Menangis juga bertujuan untuk melepaskan masalah atau stres, meluapkan kesedihan, hingga demi mendapat perhatian dan dukungan.



Gejala menangis tanpa sebab


Penyebab menangis sering dikaitkan dengan perasan sedih atau bahagia. Namun, beberapa orang mungkin dapat meneteskan air mata tanpa alasn yang jelas.

Berdasarkan kesehatan, ada beberapa kondisi yang bisa membuat Anda meneteskan air mata seperti:


Mengalami premenstrual dysphoric disorder

PMDD atau premenstrual dysphoric disorder adalah kondisi yang mirip seperti PMS, namun dengan gejala yang lebih parah. Seseorang dengan PMDD akan mengalami gejala PMS yang lebih parah diikuti dengan depresi, tegang, dan lebih cepat marah.

Penyebab ini belum diketahui secara pasti, namun para ahli percaya bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan hormon sepanjang siklus menstruasi, salah satunya serotonin.

Perasaan sedih yang dirasakan saat mengalami PMDD bisa membuat seseorang berpikiran untuk melakukan bunuh diri, menurut Women’s Health. Itulah sebabnya, perasaan wanita dengan PMDD kadang tidak terkontrol dan membuat mereka jadi sering meneteskan air mata.


Gangguan kecemasan dan stres

Gangguan kecemasan atau generalized anxiety disorder (GAD) ini akan membuat penderitanya merasa panik berlebihan, diikuti dengan jantung berdegup kencang, bahkan sulit bernapas. Kondisi ini bisa jadi alasan kenapa Anda bisa menangis tanpa sebab.

Semua emosi yang ditimbulkan saat gangguan terjadi bisa menyebabkan pasiennya menangis, padahal tidak merasa sedih atau terharu. Hanya rasa panik membuat mereka ketakutan dan membuat otak mengirimkan sinyal untuk menangis sebagai luapan emosi dan stres.


Pseudobulbar affect (PBA)

Pseudobulbar affect adalah keadaan cedera saraf otak yang membuat emosi seseorang terganggu dan menyebabkan penderitanya Menangis, tertawa, dan marah yang tidak terkendali tanpa alasan yang jelas. Penyakit ini disebut juga dengan inkontinensia emosional.


Depresi

Depresi adalah gangguan suasana hati yang bisa menyebabkan perasaan sedih terus-menerus dan hilang minat pada berbagai hal yang disukainya.

Pengidap gangguan depresi akan mengalami kesedihan yang akan terus menghantui mereka dan kesulitan untuk keluar dari kehampaan yang dirasakannya. Seringnya mereka juga akan menangis tanpa sebab yang jelas padahal pikiran mereka sedang kosong.







******


Wednesday, May 18, 2022

Pencegahan pada penyakit parkinson

Bagaimana cara mencegah penyakit Parkinson?




Pengertian penyakit Parkinson


Izky.com - Parkinson’s disease adalah kelainan sistem saraf progresif yang memengaruhi gerakan tubuh. Kelainan ini terjadi ketika sel saraf di salah satu bagian otak ada yang mati sehingga tidak menghasilkan cukup dopamin, yaitu bahan kimia otak yang berperan dalam mengendalikan gerakan otot. Akibatnya, kontrol gerakan otot menjadi menurun, sehingga penderitanya kesulitan untuk berjalan, bicara, hingga mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi.

Disebut progresif, karena penyakit ini berkembang secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Penyakit Parkinson adalah kelainan yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Namun, berbagai pilihan obat dan pengobatan dari dokter dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala guna menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Pasalnya, meski penyakit ini tidak berakibat fatal, komplikasi penyakit bisa menjadi sesuatu yang serius.


Penyebab


Penyakit Parkinson terjadi ketika sel saraf (neuron) di bagian otak bernama substansia nigra menjadi terganggu atau mati. Bagian otak ini menghasilkan zat kimia otak penting yang disebut dopamin, dan berfungsi mengontrol gerakan di dalam tubuh. Bila sel saraf rusak atau mati, produksi dopamin menjadi terganggu sehingga menyebabkan masalah pada pergerakan.


Pencegahan penyakit Parkinson


Dalam beberapa penelitian telah menunjukkan ada beberapa hal yang bisa membantu mengurangi gejala pada penyakit parkinson.

Olahraga aerobik secara rutin dan teratur atau mengonsumsi kafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda dapat menurunkan tingkatan stres. Namun, cara ini tidak cukup kuat jika seseorang mengonsumsi minuman berkafein agar terlindungi dari Parkinson.

Selain itu, ada beberapa cara lainnya yang memungkinkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit Parkinson untuk mencegah penyakit ini semakin berkembang. Seperti Menghindari paparan zat kimia berbahaya, seperti herbisida dan pestisida, menerapkan pola makan sehat, meningkatkan kadar vitamin D, dan mengurangi stres.







******


Friday, May 13, 2022

Komplikasi pada penyakit Parkinson

Apa Komplikasi pada penyakit Parkinson



Pengertian penyakit Parkinson


Izky.com - Parkinson’s disease adalah kelainan sistem saraf progresif yang memengaruhi gerakan tubuh. Kelainan ini terjadi ketika sel saraf di salah satu bagian otak ada yang mati sehingga tidak menghasilkan cukup dopamin, yaitu bahan kimia otak yang berperan dalam mengendalikan gerakan otot. Akibatnya, kontrol gerakan otot menjadi menurun, sehingga penderitanya kesulitan untuk berjalan, bicara, hingga mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi.


Disebut progresif, karena penyakit ini berkembang secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Penyakit Parkinson adalah kelainan yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Namun, berbagai pilihan obat dan pengobatan dari dokter dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala guna menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Pasalnya, meski penyakit ini tidak berakibat fatal, komplikasi penyakit bisa menjadi sesuatu yang serius.


Diperkirakan sekitar 1 dari 500 orang di dunia terkena penyakit Parkinson. Sebagian besar penderitanya mulai mengalami gejala ketika berusia di atas 50 tahun. Namun, sekitar 1 dari 20 orang dengan kondisi ini mengaku pertama kali merasakan gejala pada usia di bawah 40 tahun.


Tanda & gejala


Penderita penyakit ini kerap mengalami berbagai gejala fisik dan psikologis, seperti depresi dan gangguan kecemasan, masalah buang air kecil, sembelit, masalah kulit, gangguan tidur, hingga masalah memori.


Penyebab


Penyakit Parkinson terjadi ketika sel saraf (neuron) di bagian otak bernama substansia nigra menjadi terganggu atau mati. Bagian otak ini menghasilkan zat kimia otak penting yang disebut dopamin, dan berfungsi mengontrol gerakan di dalam tubuh. Bila sel saraf rusak atau mati, produksi dopamin menjadi terganggu sehingga menyebabkan masalah pada pergerakan.



Komplikasi


Meski tidak mematikan, namun juga berbahaya karena penyakit ini terus berkembang dan sulit untuk disembuhkan. Yang menyebabkan penderitanya akan mengalami penurunan kualitas hidup.


Komplikasi kondisi medis lain yang dapat timbul pada penderita penyakit Parkinson seperti:


  • Kesulitan berpikir dan demensia
  • Depresi dan perubahan emosional
  • Masalah menelan
  • Masalah mengunyah
  • Gangguan tidur
  • Masalah pembuangan ( BAB/ kencing )
  • Hipotensi ortostatik
  • Masalah penciuman/ bau
  • Kelelahan
  • Nyeri
  • Disfungsi seksual
  • Melanoma



Pencegahan penyakit Parkinson


Dalam beberapa penelitian telah menunjukkan ada beberapa hal yang bisa membantu mengurangi gejala pada penyakit parkinson.


Olahraga aerobik secara rutin dan teratur atau mengonsumsi kafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda dapat menurunkan tingkatan stres. Namun, cara ini tidak cukup kuat jika seseorang mengonsumsi minuman berkafein agar terlindungi dari Parkinson.


Selain itu, ada beberapa cara lainnya yang memungkinkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit Parkinson untuk mencegah penyakit ini semakin berkembang. Seperti Menghindari paparan zat kimia berbahaya, seperti herbisida dan pestisida, menerapkan pola makan sehat, meningkatkan kadar vitamin D, dan mengurangi stres.










******

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)?

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)? Pengertian Izky.com - Pseudobulbar affect adalah kondisi gangguan saraf yang membuat emosi yan...