Apa itu Gangguan Psikologis Self-Injury?
Pengertian
Izky.com - Self-injury merupakan perilaku menyakiti atau melukai diri sendiri yang dilakukan secara sengaja dan sadar. Tindakan ini merupakan salah satu bentuk gangguan penyakit kejiwaan.
Self-injury berupa tindakan fisik dengan melukai tubuh dengan benda tajam atau benda tumpul seperti menyayat atau membakar kulit, memukul tembok atau diri sendiri, membenturkan kepala, menggigit diri sendiri, dan mencabut rambut. Pelaku self-injury juga dapat dengan sengaja mengkonsumsi sesuatu yang berbahaya seperti narkoba.
Penyebab
Self-injury umumnya dilakukan dengan alasan untuk pelampiasan, mengalihkan perhatian, dan mengatasi emosi berlebih seperti stres, marah, cemas, sedih, kesepian, putus asa, mati rasa, rasa bersalah, atau benci kepada diri sendiri.
Berbagai emosi tersebut dapat muncul akibat beberapa hal, seperti Masalah sosial, Trauma psikologis, dan Gangguan mental.
Ciri-Ciri Pengidap Self-Injury
Penderita Self-injury tidak begitu menunjukkan gejala khas. Kerena perilaku self-injury tersebut biasanya dilakukan saat dalam kondisi sedang sendirian dan tidak di tempat umum.
Namun, ada beberapa ciri yang bisa menjadi tanda seseorang memiliki kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri, yaitu:
- Memiliki sejumlah luka di tubuhnya, seperti luka sayat, memar di buku jari-jari tangan, atau luka bakar di tubuhnya
- Menyembunyikan luka tersebut dan menghindar ketika ditanya apa penyebabnya
- Memperlihatkan gejala depresi, seperti suasana hati yang buruk, sering merasa sedih, menangis, dan tidak memiliki motivasi hidup
- Menunjukkan kesulitan dalam bersosialisasi di lingkungan masyarakat
- Merasa tidak percaya diri atau menyalahkan diri sendiri atas masalah apa pun yang terjadi
- Mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh untuk menyembunyikan luka
Penanganan Self-Injury
Perilaku melukai diri sendiri berisiko menimbulkan luka fisik yang fatal dan meningkatkan risiko bunuh diri. Banyak pengidap perilaku self-injury harus dirawat di rumah sakit atau berakhir dengan kecacatan permanen hingga kematian.
Pelaku self-injury perlu mendapatkan perawatan khusus dari ahli kejiwaan, baik psikolog maupun psikiater. Psikolog atau psikiater akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis perilaku self-injury dan menentukan penyebabnya. Penanganan yang diberikan pun akan disesuaikan dengan penyebab munculnya perilaku ini.
Perawatan medis, terapi, dan konseling merupakan penanganan yang cukup umum dilakukan. Dan beberapa hal ini dapat dilakukan untuk membantu para pengidap self-injury, sbb:
- Mencari dukungan sosial dan psikologis dari teman, keluarga, atau kerabat dekat
- Hindari diri dari benda tajam, atau sesuatu yang beresiko melukai tubuh
- Menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi
- Mengalihkan perhatian ketika ada keinginan untuk melakukan self-injury
- Melakukan kegiatan positif, mulai dengan kegiatan keseharian seperti bersih-bersih
- Mendalami hobi, guna membantu mengekspresikan emosi secara lebih positif
- Menghindari konsumsi minuman keras dan narkoba
******



No comments:
Post a Comment