Beberapa Penyebab Seseorang Menyakiti Diri Sendiri Atau Self-injury
Pengertian
Penyebab
Masalah sosial
Perilaku self-injury rentan terjadi pada orang yang sedang mengalami kesulitan hidup dan masalah sosial, misalnya menjadi korban bully atau perundungan masyarakat, atau mendapat tekanan akibat tuntutan dari orang sekitar.
Contoh lain dapat berupa hal seperti konflik dengan keluarga, pasangan, atau teman, atau krisis identitas yang menyangkut orientasi seksual, dapat memicu perilaku menyakiti diri sendiri.
Trauma psikologis
Kejadian traumatis psikologis, seperti kehilangan orang terdekat dan menjadi korban kekerasan emosional, fisik, atau seksual, juga bisa membuat seseorang merasa hampa, mati rasa, dan rendah diri.
Pengidapnya akan menganggap dengan menyakiti diri sendiri dapat mengingatkan dirinya bahwa ia masih hidup dan merasakan sesuatu layaknya orang normal lainnya.
Gangguan mental
Self-injury juga bisa muncul sebagai gejala dari beberapa penyakit mental, seperti depresi, gangguan makan, gangguan stres pascatrauma (PTSD), gangguan penyesuaian, atau gangguan kepribadian ambang.
Penanganan Self-Injury
Perilaku melukai diri sendiri berisiko menimbulkan luka fisik yang fatal dan meningkatkan risiko bunuh diri. Banyak pengidap perilaku self-injury harus dirawat di rumah sakit atau berakhir dengan kecacatan permanen hingga kematian.
Pelaku self-injury perlu mendapatkan perawatan khusus dari ahli kejiwaan, baik psikolog maupun psikiater. Psikolog atau psikiater akan melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis perilaku self-injury dan menentukan penyebabnya. Penanganan yang diberikan pun akan disesuaikan dengan penyebab munculnya perilaku ini.
Perawatan medis, terapi, dan konseling merupakan penanganan yang cukup umum dilakukan. Dan beberapa hal ini dapat dilakukan untuk membantu para pengidap self-injury, sbb:
- Mencari dukungan sosial dan psikologis dari teman, keluarga, atau kerabat dekat
- Hindari diri dari benda tajam, atau sesuatu yang beresiko melukai tubuh
- Menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi
- Mengalihkan perhatian ketika ada keinginan untuk melakukan self-injury
- Melakukan kegiatan positif, mulai dengan kegiatan keseharian seperti bersih-bersih
- Mendalami hobi, guna membantu mengekspresikan emosi secara lebih positif
- Menghindari konsumsi minuman keras dan narkoba
******



No comments:
Post a Comment