Apa Komplikasi pada penyakit Parkinson
Pengertian penyakit Parkinson
Izky.com - Parkinson’s disease adalah kelainan sistem saraf progresif yang memengaruhi gerakan tubuh. Kelainan ini terjadi ketika sel saraf di salah satu bagian otak ada yang mati sehingga tidak menghasilkan cukup dopamin, yaitu bahan kimia otak yang berperan dalam mengendalikan gerakan otot. Akibatnya, kontrol gerakan otot menjadi menurun, sehingga penderitanya kesulitan untuk berjalan, bicara, hingga mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi.
Disebut progresif, karena penyakit ini berkembang secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Penyakit Parkinson adalah kelainan yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Namun, berbagai pilihan obat dan pengobatan dari dokter dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala guna menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Pasalnya, meski penyakit ini tidak berakibat fatal, komplikasi penyakit bisa menjadi sesuatu yang serius.
Diperkirakan sekitar 1 dari 500 orang di dunia terkena penyakit Parkinson. Sebagian besar penderitanya mulai mengalami gejala ketika berusia di atas 50 tahun. Namun, sekitar 1 dari 20 orang dengan kondisi ini mengaku pertama kali merasakan gejala pada usia di bawah 40 tahun.
Tanda & gejala
Penderita penyakit ini kerap mengalami berbagai gejala fisik dan psikologis, seperti depresi dan gangguan kecemasan, masalah buang air kecil, sembelit, masalah kulit, gangguan tidur, hingga masalah memori.
Penyebab
Penyakit Parkinson terjadi ketika sel saraf (neuron) di bagian otak bernama substansia nigra menjadi terganggu atau mati. Bagian otak ini menghasilkan zat kimia otak penting yang disebut dopamin, dan berfungsi mengontrol gerakan di dalam tubuh. Bila sel saraf rusak atau mati, produksi dopamin menjadi terganggu sehingga menyebabkan masalah pada pergerakan.
Komplikasi
Meski tidak mematikan, namun juga berbahaya karena penyakit ini terus berkembang dan sulit untuk disembuhkan. Yang menyebabkan penderitanya akan mengalami penurunan kualitas hidup.
Komplikasi kondisi medis lain yang dapat timbul pada penderita penyakit Parkinson seperti:
- Kesulitan berpikir dan demensia
- Depresi dan perubahan emosional
- Masalah menelan
- Masalah mengunyah
- Gangguan tidur
- Masalah pembuangan ( BAB/ kencing )
- Hipotensi ortostatik
- Masalah penciuman/ bau
- Kelelahan
- Nyeri
- Disfungsi seksual
- Melanoma
Pencegahan penyakit Parkinson
Dalam beberapa penelitian telah menunjukkan ada beberapa hal yang bisa membantu mengurangi gejala pada penyakit parkinson.
Olahraga aerobik secara rutin dan teratur atau mengonsumsi kafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda dapat menurunkan tingkatan stres. Namun, cara ini tidak cukup kuat jika seseorang mengonsumsi minuman berkafein agar terlindungi dari Parkinson.
Selain itu, ada beberapa cara lainnya yang memungkinkan dapat membantu menurunkan risiko penyakit Parkinson untuk mencegah penyakit ini semakin berkembang. Seperti Menghindari paparan zat kimia berbahaya, seperti herbisida dan pestisida, menerapkan pola makan sehat, meningkatkan kadar vitamin D, dan mengurangi stres.
******


No comments:
Post a Comment