Saturday, April 30, 2022

Mengenal gejala PTSD

Mengenal 4 Gejala PTSD


Pengertian PTSD

Izky.com - PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.

PTSD dapat berdampak pada perilaku kecemasan. Dan terlebih PTSD juga berdampak pada volume otak yang berubah, bahkan menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur jaringan saraf otak.

PTSD dapat terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Namun, pada anak-anak, terdapat gejala khusus, yaitu sering melakukan reka ulang peristiwa traumatis melalui permainan. Anak dengan PTSD juga sering mengalami mimpi buruk yang bisa terkait secara langsung maupun tidak dengan kejadian traumatis yang dialaminya. 


Gejala PTSD

Gejala PTSD muncul setelah peristiwa traumatis yang dialami penderitanya. Waktu kemunculannya bisa beberapa bulan atau beberapa tahun setelah kejadian traumatis tersebut. Tingkat keparahan dan lamanya gejala juga berbeda-beda pada tiap penderita.

Beberapa gejala yang menunjukkan seseorang mengalami PTSD berupa:


Sering mengingat peristiwa traumatis

Penderita PTSD sering kali teringat pada peristiwa yang membuatnya trauma. Bahkan, penderita merasa seakan mengulang kembali kejadian tersebut. Ingatan terhadap peristiwa traumatis tersebut juga sering kali hadir dalam mimpi buruk, sehingga penderita dapat tertekan secara emosional.


Kecenderungan untuk menghindar

Penderita PTSD enggan memikirkan atau membicarakan peristiwa yang membuatnya trauma. Hal ini ditunjukkan dengan menghindari tempat, aktivitas, dan seseorang yang terkait dengan kejadian traumatis tersebut.


Pemikiran dan perasaan negatif

Penderita PTSD cenderung menyalahkan dirinya sendiri atau orang lain. Penderita juga lebih sering menyendiri dan sulit menjalin hubungan dengan orang lain. Selain itu, penderita juga kehilangan minat pada aktivitas yang dulu disukainya dan merasa putus asa.


Perubahan perilaku dan emosi

Penderita PTSD sering kali mudah takut atau marah meski tidak dipicu oleh ingatan pada peristiwa traumatis. Perubahan perilaku ini juga sering membahayakan dirinya atau orang lain.

Penderita juga sulit untuk berkonsentrasi, sulit tudur hingga insomnia. Emosi seorang penderita PTSD sangat tidak menentu, sering kali mereka hanya memendam emosi yang mereka rasakan termasuk amarah, kesedihan, dan rasa sakit.










******


Apa Efek dari PTSD?

Efek PTSD yang berdampak buruk bagi Otak

Pengertian PTSD

Izky.com - PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.

PTSD dapat berdampak pada perilaku kecemasan. Dan terlebih PTSD juga berdampak pada volume otak yang berubah, bahkan menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur jaringan saraf otak.



Efek PTSD

Peradangan Otak

Efek PTSD bagi otak ternyata dapat membuat peradangan pada otak penderitanya. Peradangan otak selama depresi berhubungan dengan lamanya seseorang mengalami depresi. Peradangan otak yang signifikan lebih memungkinkan pada gangguan depresi persistent.

Karena peradangan otak dapat menyebabkan sel-sel otak mati, hal ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, antara lain:

  • Penyusutan otak
  • Penurunan fungsi neurotransmiter
  • Berkurangnya kemampuan otak untuk berubah seiring bertambahnya usia.

Dampak yang terlihat akan berpengaruh pada pengembangan otak, mempengaruhi belajar, daya ingat, hingga suasana hati.


Penyusutan Otak

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa depresi dapat menyebabkan penyusutan pada otak. Efek ini sangat mengerikan bagi otak sebab dapat membuat volume otak mengalami penyusutan.

Beberapa bagian otak yang memungkinkan mengalami penyusutan otak di antaranya ialah:

  • Hipokampus
  • Talamus
  • Amigdala
  • Frontal
  • Korteks prefrontal

Jumlah area yang mengalami penyusutan terkait dengan tingkat keparahan dan lamanya depresi berlangsung.

Di hipokampus, misalnya, perubahan nyata dapat terjadi di mana saja dari 8 bulan sampai satu tahun. Selama satu serangan depresi atau beberapa episode yang lebih pendek. Konon, ketika bagian otak menyusut, begitu juga fungsi yang terkait dengan bagian tertentu itu.

Pada korteks prefrontalis dan amigdala bekerja sama untuk mengontrol respons emosional dan pengenalan isyarat emosional pada orang lain. Hal ini berpotensi berkontribusi pada penurunan empati pada individu yang mengalami depresi pasca persalinan (PPD).


Perubahan Struktur Jaringan Otak

Perubahan struktur jaringan otak juga menjadikan penurunan fungsi hipokampus. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan pada ingatan penderitanya.

Efek ini juga menyebabkan Berkurangnya fungsi korteks prefrontal. Hal ini dapat mengakibatkan mencegah orang tersebut menyelesaikan sesuatu (fungsi eksekutif) dan mempengaruhi perhatian mereka.

Berkurangnya fungsi amigdala dapat mempengaruhi suasana hati dan regulasi emosi. Perubahan umumnya membutuhkan waktu minimal delapan bulan.


Saturasi Oksigen Tubuh Berkurang

Secara keseluruhan, otak sangat sensitif terhadap pengurangan oksigen, yang dapat menyebabkan peradangan, cedera sel otak, bahkan kematian sel otak.

Depresi dan PTSD dikaitkan dengan berkurangnya saturasi oksigen dalam tubuh. Perubahan ini mungkin disebabkan oleh perubahan pernapasan yang disebabkan oleh depresi. Namun efek PTSD bagi otak ini masih belum jelas, mana yang lebih dulu dan menyebabkan masih belum diketahui.

Faktor seluler yang diproduksi sebagai respons terhadap otak yang tidak mendapatkan cukup oksigen (hipoksia) meningkat pada sel kekebalan spesifik yang ditemukan pada orang dengan gangguan depresi mayor dan gangguan bipolar.

Seperti yang telah diketahui, peradangan dan kematian sel dapat menyebabkan sejumlah gejala yang terkait dengan perkembangan, pembelajaran, memori, dan suasana hati. Bahkan hipoksia jangka pendek dapat menyebabkan kebingungan, seperti yang diamati pada pejalan kaki di ketinggian.







******

Apa itu PTSD?

Apa itu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)?



Izky.com - PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.

PTSD dapat berdampak pada perilaku kecemasan. Dan terlebih PTSD juga berdampak pada volume otak yang berubah, bahkan menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur jaringan saraf otak.


Penyebab PTSD

PTSD bisa muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang menakutkan atau mengancam nyawa. Belum diketahui secara pasti mengapa peristiwa tersebut menyebabkan PTSD bagi sebagian orang.

Peristiwa yang paling sering memicu PTSD meliputi:

  • Perang
  • Kecelakaan
  • Bencana alam
  • Perundungan (bullying)
  • Kekerasan fisik
  • Pelecehan seksual termasuk pemerkosaan atau sodomi
  • Prosedur medis tertentu, seperti operasi
  • Penyakit yang mengancam nyawa, misalnya serangan jantung

Faktor Risiko PTSD

Setiap orang bisa terserang PTSD setelah menyaksikan atau mengalami kejadian tragis. Akan tetapi, PTSD lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki sejumlah faktor risiko berikut:

  • Kurang mendapat dukungan dari keluarga dan teman
  • Menderita kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA
  • Menderita gangguan mental lain, misalnya gangguan kecemasan
  • Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental, seperti depresi
  • Mendapat pengalaman traumatis sebelumnya, misalnya dirundung (bullying) pada masa kecil
  • Memiliki pekerjaan tertentu, misalnya tentara atau relawan medis di daerah perang.
  • Kurang diterima oleh masyarakat



Diagnosis PTSD

Seseorang baru dapat dikatakan menderita PTSD bila memiliki riwayat mengalami kondisi atau pristiwa berikut sebelum gejala muncul:

  • Mengalami peristiwa traumatis secara langsung
  • Menyaksikan peristiwa traumatis yang menimpa orang lain
  • Mendengar bahwa orang terdekat mengalami peristiwa traumatis
  • Berulang kali terbayang pada kejadian traumatis secara tidak sengaja

Untuk dikategorikan sebagai PTSD, gejala yang dialami pasca peristiwa traumatis harus berlangsung selama satu bulan atau lebih. Gejala juga harus  mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama dalam hubungan sosial dan pekerjaan.

Komplikasi PTSD

PTSD bisa mengganggu kehidupan penderitanya, baik di lingkup keluarga atau pekerjaan. Selain itu, ODGJ dengan gangguan PTSD juga berisiko menderita gangguan mental lain, seperti:

  • Depresi
  • Gangguan makan
  • Gangguan kecemasan
  • Ketergantungan alkohol
  • Penyalahgunaan NAPZA

Penderita PTSD juga lebih berkemungkinan memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri bahkan bunuh diri.

Pencegahan PTSD

Sebenarnya PTSD tidak dapt dicegah, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan bila Anda mengalami kejadian traumatis, misalnya:

  • Bicara kepada orang terdekat atau terapis mengenai kejadian traumatis yang Anda alami
  • Coba untuk fokus pada hal yang positif, termasuk ketika mengalami peristiwa traumati seperti merasa bersyukur bisa selamat dari kecelakaan yang dialami.

Secara Obat-obatan :

  • Antidepresan, untuk mengatasi depresi, seperti sertraline dan paroxetine
  • Anticemas, untuk mengatasi kecemasan
  • Prazosin, untuk mencegah mimpi buruk.

Dokter akan meningkatkan dosis obat bila tidak efektif dalam mengatasi gejala. Namun, jika terbukti efektif, obat-obatan akan terus diberikan setidaknya sampai 1 tahun. Kemudian, pengobatan akan dihentikan secara bertahap.








*****


Friday, April 29, 2022

Dampak Depresi Terhadap Kualitas Hidup

Dampak Depresi Terhadap Kualitas Hidup



Izky.com - Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi perasaan, pikiran, dan perilaku yang menimbulkan masalah emosional dan fisik. Umumnya penderita akan mengalami suasana hati yang buruk, seperti perasaan sedih dan kehilangan energi atau selalu merasa lelah.



Apa dampak dari Depresi?

Jika tidak segera ditangani, depresi bisa berdampak serius pada kehidupan penderitanya. Seorang penderita depresi bisa saja melampiaskan beban hidupnya dengan kegiatan atau aktivitas yang kurang baik, seperti menggunakan narkoba, merokok, atau mengonsumsi minuman beralkohol.

Apabila tidak seger ditangani, depresi yang awal mulanya ringan lama kelamaan bisa berkembang menjadi semakin berat. Pada tahap ini, pasien depresi banyak yang sudah merasa kehilangan harapan hidup dan bahkan mencoba untuk bunuh diri.

Inilah yang menjadi alasan mengapa setiap orang penting untuk mengenali gejala depresi dan kondisi mentalnya. Hal ini penting agar gejala depresi bisa segera terdeteksi dan tertangani dengan tepat oleh bantuan psikolog atau psikiater.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menangani depresi adalah dengan menjalani psikoterapi dan juga mengonsumsi obat-obatan antidepresan sesuai resep dokter.









Bagaimana cara mengatasi gangguan depresi?

BAGAIMANA CARA MENGATASI GANGGUAN DEPRESI?

Izky.com - Depresi adalah gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi perasaan, pikiran, dan perilaku yang menimbulkan masalah emosional dan fisik. Umumnya penderita akan mengalami suasana hati yang buruk, seperti perasaan sedih dan kehilangan energi atau selalu merasa lelah.


Berikut cara untuk meredakan gangguan depresi saat dalam situasi yang sulit :


Berusaha untuk aktif

Aktivitas keseharian dapat berguna untuk melupakan sejenak hal yang menyebabkan pikiran menjadi depresi. Karena umumnya penderita depresi akan merasa tak berenergi yang membuat mereka sulit untuk beraktivitas. Jika hanya bermalas - malasan justru akan membuat pikiran menjadi tegang karena sulit untuk melupakan sejenak dengan pikiran yang menyebabkan depresi.


Cari Hiburan

Untuk mencari hiburan itu lebih gampang daripada menekan diri sendiri dalam kesulitan. Sebuah hiburan tentu dapat mengubah mood pikiran yang bisa mengalihkan pikiran yang tertekan seperti depresi.

Hanya dengan berjalan - berjalan cari angin, atau coba untuk pergi ke suatu tempat yang baru dapat mereda gangguan deperesi.


Istirahat yang cukup

Kurang beristirahat dapat memperburuk kondisi depresi. Dengan memulai untuk mengatur tidur, sekiranya perlu 8 jam dalam sehari cukup untuk memberi energi. Dan usahakan untuk tidak istirat berlebihan yang justru menguras energi setelah beristarat.

Jika kesulitan untuk tidur, coba untuk tidak terdistraksi dengan mobile gaget sekiranya 1 jam sebelum tidur. Atau minum segelas air putih sebelum tidur.


Jaga Konsumsi

Mengkonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan atau justru kurangnya konsumsi harian dapat menjadi gejala gangguan depresi yang membuat penderitanya bisa mengalami insomnia.

Coba untuk kembali peduli pada tubuhmu dengan memberinya nutrisi yang cukup, makan yang sehat dan rutin minum air dengan jumlah yang disarankan setiap harinya.


Keluar dari kesendirian

Kebanyakan penderita depresi akan menarik diri dari lingkungan sosial, sehingga menyulitkan orang lain yang ingin membantunya.

Menikmati waktu bersama dengan keluarga dan teman-teman dapat membantu Anda melupakan depresi dan meningkatkan mood Anda secara efektif.


Konsumsi makanan yang membuat mood membaik

Jangan ragu untuk mentraktir diri sendiri dengan makanan yang bisa membuat mood membaik. Seperti cokelat, es krim dan makanan lain yang kamu suka. Menurut penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Clinical Pharmacology di tahun 2013, mengonsumsi cokelat bisa meningkatkan suasana hati dan membuat kita lebih tenang.

Sementara, menurut laman The Healthy, cokelat hitam akan merangsang produksi hormon endorfin, bahan kimia di otak yang bisa menciptakan perasaan senang dan gembira. Kamu juga bisa mencoba makanan yang kaya asam lemak omega 3, seperti salmon, ikan tuna, ikan herring, mackarel dan sarden, jelas laman Help Guide.


Menanamkan kata-kata yang positif

Menurut Sherry Amatenstein, LCSW dalam laman Psycom, ketika seorang pasien depresi terus-menerus mengingat memori buruk atau ingatan yang menyakitkan, hal ini akan mengantarkannya pada jurang gelap yang penuh pikiran negatif. Sebelum pikiran gelap menghantui, tutup mata dan bawa diri sendiri ke momen bahagia yang pernah kita alami.

Salah satu pasiennya yang bernama Paul mencoba saran dari Sherry. Paul mengingat saat ia lulus dari perguruan tinggi, ia melihat bahwa keluarganya merasa bangga padanya. Hal ini membuatnya merasa lebih baik. Sherry menyarankan agar kita terus-menerus menghidupkan memori bahagia di masa lalu untuk membuat kita merasa lebih baik.







******


Thursday, April 28, 2022

Apa itu Depresi? Dan apa penyebabnya?

 APA ITU DEPRESI?


Izky.com - Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang memengaruhi cara berpikir, tingkah laku, dan emosi seseorang. Dimana penderitanya  akan mengalami Kesedihan ekstrim yang dapat menyebabkan kehilangan napsu makan dan semangat dalam aktivitas sehari-hari

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh World Health Organization (WHO), pada tahun 2015 sekitar 4,4 persen populasi manusia di dunia mengalami gangguan depresi.


Penyebab depresi

Depresi lebih sering dialami oleh orang dewasa, dan penyebabnya berfaktorkan genetik, hormon, dan zat kimia pada otak. Dan eberapa faktor pemicu terjadinya depresi, di antaranya: Memiliki penyakit kronis atau serius, Mengalami peristiwa traumatis yang bahkan hingga mengalami PTSD.


Faktor depresi berat

Faktor yang dapat memicu terjadinya depresi berat, di antaranya: Peristiwa traumatis, kehilangan orang terdekat, hubungan bermasalah, Riwayat keluarga dengan gangguan depresi, gangguan bipolar, kecanduan alkohol, keinginan untuk bunuh diri.


Efek dari depresi

Depresi dapat berdampak negatif pada kondisi psikologis, kesehatan mental dan juga dapat merusak otak penderitanya. Sejumlah penelitian menemukan bahwa seorang penderita depresi rentan mengalami penuaan dini pada otak serta gangguan fungsi otak.



Gejala Depresi

  1. Selalu merasa bersalah
  2. Gangguan tidur
  3. Tidak termotivasi pada segala halmerasa cemas berlebih
  4. Suasana hati buruk atau sedih berkelanjutan
  5. Selalu merasa lelah dan hilang tenaga
  6. Gerak tubuh dan bicara lebih lambat dari biasanya
  7. Sensitif, mudah marah
  8. Perubahan berat badan dan selera makan
  9. Berkeinginan untuk menangis
  10. Meras putus asa, dan tak berharga
  11. Pemikiran dan konsentrasi yang sulit
  12. Hilang gairah seksualKonstipasi
  13. Berfikiran untuk menyakiti diri sendiri


Berdasarkan laporan yang dirilis oleh World Health Organization (WHO), pada tahun 2015 sekitar 4,4 persen populasi manusia di dunia mengalami gangguan depresi.







******


Tuesday, April 26, 2022

Apa itu Sifat Egois?

SIFAT EGOIS

Izky.com - Sifat egois didefinisikan sebagai sifat yang lebih mementingkan diri sendiri dan tidak peduli terhadap orang lain. Menurut Psychologytoday, orang yang egois terlalu memerhatikan keinginan, kebutuhan dan kesejahteraan diri sendiri.

Egois adalah sifat yang tumbuh alami dari dalam diri manusia. Perilaku Egois sering digambarkan sebagai tidak bermoral. Dan umumnya memiliki sifat narsistik.


CIRI CIRI SIFAT EGOIS :

  1. Narsistik
  2. Tidak pernah meminta maaf saat berbuat salah
  3. Tidak Bisa Menepati Janji
  4. Tidak mampu bertoleransi
  5. Ucapannya Tidak Sesuai Dengan Tindakan
  6. Selalu menyalahkan dan menyudutkan masalahnya pada orang lain
  7. Menghillang Saat dibutuhkan
  8. Iri Dengki
  9. Mengeluh tanpa melakukan pemecahan masalah
  10. Selalu menilai buruk tentang orang lain







*******


Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)?

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)? Pengertian Izky.com - Pseudobulbar affect adalah kondisi gangguan saraf yang membuat emosi yan...