Tuesday, May 3, 2022

Jenis dan faktor gangguan Insomnia

2 jenis Insomnia, beserta faktor - faktornya



Pengertian Insomnia


Izky.com - Insomnia merupakan sebuah gangguan yang menyebabkan penderitanya sulit tidur atau tidak cukup tidur. Pada umumnya, orang membutuhkan 8 jam tidur dalam sehari untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

Waktu tidur dan kepuasan seseorang setelah tidur memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Waktu tidur yang terlalu lama atau malah terlalu sedikit dapat menimbulkan gangguan, baik fisik maupun mental.




Jenis Insomnia


Insomnia dapat berlangsung singkat (akut) atau terjadi dalam jangka panjang (kronis). Insomnia akut berlangsung 1 malam sampai beberapa minggu, sedangkan insomnia kronis terjadi sedikitnya 3 malam dalam 1 minggu dan berlangsung selama 3 bulan atau lebih.

Terdapat dua jenis insomnia, yaitu :

Insomnia primer


Insomnia primer adalah gangguan tidur yang tidak terkait dengan kondisi medis lain.

Insomnia sekunder


Insomnia sekunder adalah gangguan tidur yang terjadi akibat adanya kondisi lain, misalnya Radang sendi, Refluks asam lambung (GERD), Asma, Depresi, Kanker, Konsumsi minuman beralkohol






Faktor Insomnia


Faktor insomnia cukup bervariasi. Berikut faktor - faktor yang menyebabkan gangguan insomnia sesuai jenisnya:


insomnia primer


Beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan insomnia primer adalah:

1. Kebiasaan buruk yang dilakukan sebelum tidur.

  • Makan terlalu banyak
  • Menggunakan komputer atau smartphone
  • Menonton televisi

2. Faktor lingkungan

  • Suara bising
  • Lampu yang terlalu terang
  • Suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas.

3. Jadwal tidur yang tidak teratur, misalnya karena pergantian jam kerja.



Insomnia sekunder


Sejumlah penyakit atau kondisi medis yang dapat menyebabkan insomnia sekunder, meliputi:

1. Gangguan psikologi

  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
  • Gangguan bipolar
  • Depresi

2. Kondisi ketidaknyamanan saat malam hari.

  • Gangguan hormon, seperti hipertiroidisme yang menyebabkan jantung berdebar-debar bahkan saat istirahat, atau menopause yang menyebabkan badan terasa panas di malam hari
  • Gangguan otot dan sendi, misalnya radang sendi (artritis) dan fibromyalgia, yang menyebabkan nyeri
  • Gangguan berkemih, akibat pembesaran prostat atau diabetes, yang menyebabkan bolak-balik ke kamar mandi di malam hari
  • Gangguan pencernaan, misalnya GERD, yang menyebabkan perut terasa panas dan penuh saat berbaring
  • Gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis, yang dapat menyebabkan kecemasan karena sulit bernapas

3. Gangguan kesehatan lain

  • Gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson atau penyakit Alzheimer, yang menyebabkan gangguan pada zat kimia otak yang mengendalikan rasa kantuk dan tidur
  • Gangguan tidur, seperti restless leg syndrome dan sleep apnea, yang menyebabkan penderita terbangun berkali-kali di malam hari

4. Gaya hidup tidak sehat

  • Merokok
  • Menyalahgunakan NAPZA
  • Mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan

5. Obat-obatan.

  • Antidepresan, seperti fluoxetine dan protriptyline
  • Obat asma, seperti teofilin
  • Obat dekongestan
  • Obat tekanan darah tinggi, seperti penghambat beta
  • Obat yang mengandung kafein, seperti obat alergi dan obat pereda nyeri









******

No comments:

Post a Comment

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)?

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)? Pengertian Izky.com - Pseudobulbar affect adalah kondisi gangguan saraf yang membuat emosi yan...