Friday, May 13, 2022

Tanda & Gejala pada penyakit Parkinson

Tanda & gejala pada penyakit Parkinson


Pengertian penyakit Parkinson


Izky.com - Parkinson’s disease adalah kelainan sistem saraf progresif yang memengaruhi gerakan tubuh. Kelainan ini terjadi ketika sel saraf di salah satu bagian otak ada yang mati sehingga tidak menghasilkan cukup dopamin, yaitu bahan kimia otak yang berperan dalam mengendalikan gerakan otot. Akibatnya, kontrol gerakan otot menjadi menurun, sehingga penderitanya kesulitan untuk berjalan, bicara, hingga mengalami masalah keseimbangan dan koordinasi.


Disebut progresif, karena penyakit ini berkembang secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Penyakit Parkinson adalah kelainan yang tidak dapat sembuh sepenuhnya. Namun, berbagai pilihan obat dan pengobatan dari dokter dapat dilakukan untuk membantu meringankan gejala guna menunjang kualitas hidup yang lebih baik. Pasalnya, meski penyakit ini tidak berakibat fatal, komplikasi penyakit bisa menjadi sesuatu yang serius.


Penyebab


Penyakit Parkinson terjadi ketika sel saraf (neuron) di bagian otak bernama substansia nigra menjadi terganggu atau mati. Bagian otak ini menghasilkan zat kimia otak penting yang disebut dopamin, dan berfungsi mengontrol gerakan di dalam tubuh. Bila sel saraf rusak atau mati, produksi dopamin menjadi terganggu sehingga menyebabkan masalah pada pergerakan.


Meski demikian, penyebab matinya sel saraf penghasil dopamin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berasumsi bahwa penyebab penyakit Parkinson adalah kombinasi antara faktor genetik dan lingkungan.




Tanda & gejala


Penderita penyakit ini kerap mengalami berbagai gejala fisik dan psikologis, seperti depresi dan gangguan kecemasan, masalah buang air kecil, sembelit, masalah kulit, gangguan tidur, hingga masalah memori. Namun, secara umum, tanda dan gejala penyakit Parkinson dapat berupa:

  • Kesulitan menulis
  • Tubuh bergetar atau tremor, yang biasanya dimulai di tungkai kaki, tangan, atau jari
  • Otot kaku dan tidak fleksibel, terutama pada lengan, tungkai kaki, atau batang tubuh
  • Gerakan melambat (bradikinesia) secara bertahap
  • Perubahan berbicara, seperti bicara terlalu cepat, cadel, atau lainnya
  • Keseimbangan dan koordinasi terganggu, seperti postur tubuh menjadi bungkuk dan terkadang menyebabkan terjatuh
  • Hilangnya gerakan otomatis, seperti berkedip, tersenyum, atau mengayunkan tangan saat berjalan

Gejala-gejala dan tanda-tanda di atas muncul secara bertahap. Meski demikian, sulit mengetahui mana yang menjadi tanda awal dari penyakit ini. Pasalnya, gejala yang muncul pada setiap orang bisa berbeda, baik dalam urutan dan intensitas


Hal lainnya, penderita penyakit ini pun kerap mengalami berbagai gejala fisik dan psikologis, seperti depresi dan gangguan kecemasan, masalah buang air kecil, sembelit, masalah kulit, gangguan tidur, hingga masalah memori.


Stadium penyakit Parkinson


dilansir dari Parkinson’s Foundation, ada pola khas yang menggambarkan perkembangan gejala penyakit ini, yang kemudian disebut dengan grade atau stadium. Berikut adalah gambaran grade, stadium, atau tahapan penyakit Parkinson:


Stadium atau tahapan 1

Pada tahap ini, penderita mengalami gejala ringan yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti tremor di satu sisi tubuh serta perubahan postur, berjalan, dan ekspresi wajah.


Stadium atau tahapan 2

Pada tahapan ke-2, gejala mulai memburuk yang ditandai dengan tremor, kekakuan otot, dan gejala gerakan lainnya yang memengaruhi kedua sisi tubuh. Penderita masih bisa hidup sendiri, tetapi sudah kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari dan lebih lama.


Stadium atau tahapan 3

Di tahap inilah gejala sudah mulai terasa signifikan, seperti kehilangan keseimbangan dan lambatnya gerakan, sehingga sudah mengganggu aktivitas sehari-sehari, seperti berpakaian dan makan.


Stadium atau tahapan 4

Pada tahap 4, gejala Parkinson sudah parah hingga membatasi aktivitas sehari-hari penderitanya, seperti sulit berjalan yang kerap membutuhkan alat bantu jalan.


Stadium atau tahapan 5

Ini merupakan tahap yang paling parah dengan tanda kekakuan di otot kaki, sehingga penderitanya tidak bisa berdiri atau berjalan dan harus menggunakan kursi roda atau hanya terbaring di tempat tidur. Gejala yang tidak terkait dengan gerakan pun sudah mulai muncul, termasuk mengalami halusinasi dan delusi.




******


No comments:

Post a Comment

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)?

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)? Pengertian Izky.com - Pseudobulbar affect adalah kondisi gangguan saraf yang membuat emosi yan...