Sunday, May 8, 2022

Penyakit Parkinson Pada Gangguan Bipolar

Penyakit Parkinson Pada Penderita Bipolar


Pengertian Bipolar & Parkinson


Izky.com - Gangguan bipolar atau mania depresif adalah gangguan mental yang mempengaruhi perubahan suasana hati, energi, tingkat aktivitas, dan konsentrasi. Perubahan suasana hati secara tiba-tiba dapat memengaruhi tidur, energi, aktivitas, perilaku, dan kemampuan berpikir pengidapnya.

Gangguan bipolar adalah kondisi seumur hidup. Artinya, gangguan mental ini tidak benar-benar bisa disembuhkan. Meski begitu, gejalanya bisa dikelola dengan baik melalui terapi dan pengobatan.

Pengidap bipolar yang sebelumnya merasa sangat gembira bisa tiba-tiba berubah menjadi sangat sedih dan putus asa.

Sedangkan, Parkinson adalah penyakit degeneratif progresif (semakin lama semakin memberat gejalanya) yang menyerang saraf otak yang mengatur pergerakan tubuh. Gejalanya timbul secara perlahan, dimulai dari tremor (gemetar pada tangan dan jari-jari) yang sangat ringan hingga tidak disadari oleh penderitanya.


Risiko Penyakit Parkinson pada Penderita Bipolar

Menurut Penelitian di Taiwan, penderita gangguan bipolar lebih berisiko mengalami penyakit Parkinson di kemudian hari. Peneliti utama, dr. Mu Hong Chen dari Taipei Veterans General Hospital meneliti 56 ribu orang di Taiwan yang didiagnosis mengalami bipolar dari tahun 2001 - 2009. Mereka lantas dibandingkan dengan 225 ribu orang yang tidak memiliki riwayat bipolar atau pun penyakit Parkinson. Kedua grup tersebut lantas terus dipantau hingga tahun 2011.

Selama periode studi tersebut, didapati bahwa mereka yang menderita penyakit bipolar memiliki risiko tujuh kali lipat lebih tinggi terkena penyakit Parkinson. Hal ini berlaku ketika dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami gangguan bipolar. 
Selain itu, orang dengan gangguan bipolar juga dapat terkena penyakit Parkinson sembilan tahun lebih muda dari usia rata-rata seseorang dengan Parkinson, yakni 64 tahun.

Tidak hanya gangguan bipolar, ternyata penelitian terdahulu telah menemukan bahwa penderita kelainan psikis lainnya (seperti depresi dan kecemasan) juga memiliki faktor risiko Parkinson.

Pencegahan

Umumnya berkembangnya penyakit Parkinson tidak dapat dicegah. Terlebih, bagi mereka yang memiliki masalah psikis sebelumnya, lebih berisiko mengalami penyakit Parkinson di kemudian hari. 

Namun, beberapa hal dibawah ini mungkin dapat mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson:

Segera berobat agar terkontrol dengan baik
Pola hidup sehat dengan makan makanan bergizi seimbang dan olahraga
Hindari trauma kepala berulang
Hindari paparan toksin atau racun








*****

No comments:

Post a Comment

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)?

Apa Itu Gangguan Pseudobulbar affect (PBA)? Pengertian Izky.com - Pseudobulbar affect adalah kondisi gangguan saraf yang membuat emosi yan...