Apa Itu Obsessive Compulsive Disorder (OCD)?
Pengertian OCD
Izky.com - Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah sebuah gangguan mental yang membuat penyandangnya tidak punya kontrol atas pikiran-pikiran obsesif serta perilaku yang kompulsif.
Penderita OCD bisa terjebak di dalam siklus perbuatan dan pikiran berulang yang tidak ada hentinya. Siklus itu nantinya dapat menyita waktu pengidapnya yang bisa mengganggu aktivitas harian normal mereka.
Penderita gangguan obsesif kompulsif ini biasanya mereka tidak tahu bagaimana cara menghentikannya. Gejala pun bisa datang dan pergi, serta mereda atau memburuk, seiring waktu.
Penyebab
Faktor penyebab pada Gangguan ini belum diketahui secara pasti, namun para pakar ahli mengatakan ada beberapa kemungkinan faktor yang menyebabkan gangguan OCD yaitu genetik, masalah pada kortek frontal otak, ingatan masa lalu yang buruk, sindrom? Dan berkemungkinan terinfeksi streptokokus.
Gejala
Penderita obsessive compulsive disorder dapat memiliki gejala obsesif dan kompulsif, bahkan keduanya.
Gejala Obsesif
Obsesif adalah pikiran, dorongan, atau gambaran mental yang berulang-ulang sehingga menyebabkan kecemasan.
- takut kuman
- takut melakukan kesalahan
- takut akan dipermalukan atau berperilaku yang tidak diterima secara sosial
- pikiran tabu atau larangan yang tidak diinginkan meliputi seks, agama, dan bahaya
- pikiran agresif tentang diri sendiri atau orang lain
- memerlukan hal-hal simetris atau dalam urutan sempurna atau tepat
- pikiran ragu-ragu yang berlebihan dan keperluan untuk memastikan berulang-ulang
Gejala Kompulsif
Kompulsif adalah perilaku berulang penderita OCD karena merasakan dorongan untuk melakukan dalam menanggapi pemikiran obsesif.
- mandi atau bersih-bersih atau mencuci tangan berlebihan dan berulang-ulang
- menolak untuk berjabat tangan atau memegang pegangan pintu
- mengurutkan dan menata barang dengan cara yang tepat dan khusus
- memeriksa sesuatu berulang-ulang, seperti berulang kali memeriksa pintu yang terkunci
- berhitung secara kompulsif
- makan dengan urutan spesifik
- terjebak pada kata-kata, gambar atau pikiran yang biasanya mengganggu dan tidak akan hilang dan bahkan mengganggu ketika tidur
- mengulangi kata-kata atau kalimat atau doa tertentu
- perlu melakukan tugas dalam beberapa kali
- mengumpulkan atau menimbun barang tanpa nilai jelas
Faktor Risiko
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan obsesif-kompulsif meliputi:
Riwayat Keluarga
Punya orang tua ataupun anggota keluarga lain dengan OCD juga bisa meningkatkan risiko Anda mengalami gangguan yang sama.
Peristiwa Kehidupan yang Penuh Tekanan
Mengalami peristiwa traumatis termasuk stres juga meningkatkan risiko terkena OCD.
Pengalaman buruk tersebut dapat memicu pikiran dan perasaan yang mengganggu, serta tekanan emosional yang menjadi ciri OCD.
Gangguan Kesehatan Mental Lainnya
Obsessive compulsive disorder mungkin juga terkait dengan masalah kesehatan mental lainnya, misalnya depresi, gangguan kecemasan, dan penyalahgunaan zat atau tic disorder.
*******



No comments:
Post a Comment