Apa itu Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)?
Izky.com - PTSD (post-traumatic stress disorder) atau gangguan stres pascatrauma adalah gangguan mental yang muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis.
PTSD dapat berdampak pada perilaku kecemasan. Dan terlebih PTSD juga berdampak pada volume otak yang berubah, bahkan menyebabkan peradangan dan kerusakan struktur jaringan saraf otak.
Penyebab PTSD
PTSD bisa muncul setelah seseorang mengalami atau menyaksikan peristiwa yang menakutkan atau mengancam nyawa. Belum diketahui secara pasti mengapa peristiwa tersebut menyebabkan PTSD bagi sebagian orang.
Peristiwa yang paling sering memicu PTSD meliputi:
- Perang
- Kecelakaan
- Bencana alam
- Perundungan (bullying)
- Kekerasan fisik
- Pelecehan seksual termasuk pemerkosaan atau sodomi
- Prosedur medis tertentu, seperti operasi
- Penyakit yang mengancam nyawa, misalnya serangan jantung
Faktor Risiko PTSD
Setiap orang bisa terserang PTSD setelah menyaksikan atau mengalami kejadian tragis. Akan tetapi, PTSD lebih berisiko terjadi pada seseorang yang memiliki sejumlah faktor risiko berikut:
- Kurang mendapat dukungan dari keluarga dan teman
- Menderita kecanduan alkohol atau penyalahgunaan NAPZA
- Menderita gangguan mental lain, misalnya gangguan kecemasan
- Memiliki keluarga dengan riwayat gangguan mental, seperti depresi
- Mendapat pengalaman traumatis sebelumnya, misalnya dirundung (bullying) pada masa kecil
- Memiliki pekerjaan tertentu, misalnya tentara atau relawan medis di daerah perang.
- Kurang diterima oleh masyarakat
Diagnosis PTSD
Seseorang baru dapat dikatakan menderita PTSD bila memiliki riwayat mengalami kondisi atau pristiwa berikut sebelum gejala muncul:
- Mengalami peristiwa traumatis secara langsung
- Menyaksikan peristiwa traumatis yang menimpa orang lain
- Mendengar bahwa orang terdekat mengalami peristiwa traumatis
- Berulang kali terbayang pada kejadian traumatis secara tidak sengaja
Untuk dikategorikan sebagai PTSD, gejala yang dialami pasca peristiwa traumatis harus berlangsung selama satu bulan atau lebih. Gejala juga harus mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama dalam hubungan sosial dan pekerjaan.
Komplikasi PTSD
PTSD bisa mengganggu kehidupan penderitanya, baik di lingkup keluarga atau pekerjaan. Selain itu, ODGJ dengan gangguan PTSD juga berisiko menderita gangguan mental lain, seperti:
- Depresi
- Gangguan makan
- Gangguan kecemasan
- Ketergantungan alkohol
- Penyalahgunaan NAPZA
Penderita PTSD juga lebih berkemungkinan memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri bahkan bunuh diri.
Pencegahan PTSD
Sebenarnya PTSD tidak dapt dicegah, namun ada beberapa cara yang dapat dilakukan bila Anda mengalami kejadian traumatis, misalnya:
- Bicara kepada orang terdekat atau terapis mengenai kejadian traumatis yang Anda alami
- Coba untuk fokus pada hal yang positif, termasuk ketika mengalami peristiwa traumati seperti merasa bersyukur bisa selamat dari kecelakaan yang dialami.
Secara Obat-obatan :
- Antidepresan, untuk mengatasi depresi, seperti sertraline dan paroxetine
- Anticemas, untuk mengatasi kecemasan
- Prazosin, untuk mencegah mimpi buruk.
Dokter akan meningkatkan dosis obat bila tidak efektif dalam mengatasi gejala. Namun, jika terbukti efektif, obat-obatan akan terus diberikan setidaknya sampai 1 tahun. Kemudian, pengobatan akan dihentikan secara bertahap.
*****


No comments:
Post a Comment